“Pesan” dahsyat buat para
suami (dan calon suami) untuk menjaga istrinya… Dan motivasi hebat buat para istri (dan
calon istri) untuk tetap mencintai suaminya…
Kehidupan
pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan
selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih
menuruti apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia
cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke
rumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit,
makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic. Dia menciumku maksimal 2x
sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itu pun kalau aku
masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang
dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan
sayang. Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua,
bahkan makan
berdua diluar pun hampir tidak pernah.
Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik
sendiri dengan sendok garpu kami, bukan
obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang
beradu dengan sendok garpu. Kalau hari
libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2 kami,
dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang
tidak suka tertawa lepas.