Aku berjalan mengendap –ngendap menellusuri semak-belukar
mendekati tembok pembatasa pesantrenku. Tanah becek dari malam yang amat dingin
sama sekali tidak menghalangi langkahku. Setelah sampai di depan pagar yang
menurutku tidak terlalu tinggi ini, kuletakkan kayu balok setengah meter agar
kakiku lebih leluasa untuk melompati pagar. Ya,aku akan loncat pagar tengah
malam ini. Tapi bukan untuk kabur ke luar pesantren seperti biasanya,melainkan
menyusup ke pesantren putri!
Showing posts with label cerpen pondok pesantren. Show all posts
Showing posts with label cerpen pondok pesantren. Show all posts
Wednesday, 31 December 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)
Lihat Semua Daftar Posting

